Filosofi jamur
Hari ini hari pertama di bulan Juni, aku bertekad untuk bangkit dari rasa malas dan kembali rutin jalan pagi. Seperti biasa, kalau jalan ini mata pasti jelalatan ngamatin sekitar buat nyari model buat difoto. Pagi tadi ketemu banyak model sebenernya, tapi karena nggak pakek sepatu, aku nggak berani blasakan ke area berumput. Takut ada ular.
Dalam perjalanan pulang, setelah videoin bulan purnama di ufuk barat, ketemu jamur mungil tumbuh di antara rumput. Langsung jongkok buat ambil foto, tapi entah nggak bisa fokus jadi hasilnya nggak maksikal tapi tetep nekat unggah ke Shutterstock. Lolos, tapi masuk kategori 'Eligible for data licensing'. Nggak papa. Sadar diri kalau fotonya burem. Hehehe.
Setelah foto-foto, ambil video. Trus tadi kepikiran, jamur pasti punya filosofi dong. Akhirnya nanya Mbah Google dan baca beberapa artikel. Hingga aku menyimpulkan empat poin yang bisa aku pelajari dari fase hidup jamur liar. Aku nyebutnya Filosofi Jamur. Kira-kira begini kesimpulannya, Dari jamur aku belajar:






