Teh Daun Kelor Untuk Atasi Gangguan Kecemasan
06:47Manfaat Daun Kelor Untuk Kesehatan
Kapan hari mengunggah video kronologi bagaimana gangguan cemas bisa kambuh dan memburuk bahkan sampai berobat ke psikiater setelah 10 tahun berjuang melawan anxiety atau gangguan kecemasan dengan self healing. Di salah satu slide foto, aku menulis tentang konsumsi teh daun kelor untuk membantu meredakan gangguan cemas. Jadi waktu tahu anxiety-ku memburuk, Tunjung nyaranin buat konsumsi teh daun kelor. Nah, karena yang nyaranin si abnormal Tunjung, sempet mikir masa iya aku kerasukan jin sampai harus minum teh daun kelor? Karena penasaran, carilah informasi, nanya Mbah Google, ternyata salah satu fungsi dari teh daun kelor itu bisa membantu mengatasi gangguan kecemasan. Jadi emang bagus buat anxiety, bukan karena ke-jin-an. Hehehe.
Daun kelor merupakan daun dari tanaman kelor (Moringa oleifera). Tanaman yang banyak tumbuh di Indonesia. Bisa jadi di lain daerah lain sebutannya ya. Kalau di Jawa disebutnya kelor. Menurut Mbah Google nih, di beberapa daerah di Indonesia nama kelor ini beda. Di Madura, kelor dikenal dengan nama maronggih. Barunggai atau murong merupakan nama kelor di daerah Aceh dan Sumatera. Di Minangkabau, kelor diberi nama munggai. Kelo nama panggilan kelor di Ternate dan Maluku, sedang Moltong adalah nama panggilan kelor di Flores. Di Sumba dan Sumbawa dikenal dengan nama kawona, sedang di Bugis dan Sulawesi dikenal dengan nama keloro.
Sudah sejak lama daun kelor dijadikan sebagai sumber pangan. Rasanya enak dan mudah didapat, serta kandungan gizinya nggak main-main. Menurut Wikipedia, daun kelor mengandung vitamin C 7x lebih banyak dari jeruk, kalsium 4x lebih banyak dari susu, vitamin A 4x lebih banyak dari wortel, protein 2x lebih banyak dari susu, dan potasium 3x lebih banyak dari pisang. Karenanya daun kelor punya banyak manfaat untuk kesehatan. Umumnya daun kelor diketahui membantu memperlancar produksi ASI. Padahal selain itu banyak sekali manfaatnya buat kesehatan, bukan hanya sebagai sumber energi.
Daun kelor bagus untuk menjaga kesehatan pencernaan, jadi bagus juga dikonsumsi bagi pejuang gangguan asam lambung atau GERD. Manfaat lainnya adalah sebagai anti oksidan dan mengontrol gula darah. Menjaga kesehatan jantung, tulang, otak, kulit dan rambut. Lalu, benarkah daun kelor bisa membantu mengatasi gangguan kecemasan? Setelah nanya Mbah Google, ada penjelasan detail tapi dari artikel asing yang kira-kira kalau dirangkum jadi begini.
Kalau dari artikel lokal, daun kelor disebutkan bisa membantu mengatasi stres karena dia tuh punya sifat adaptogen alami yang fungsinya melindungi tubuh dari stres dan efek yang ditimbulkan. Ini diperjelas sama artikel dari luar, bahwa daun kelor itu punya sifat adaptogenik, jadi bisa bantu tubuh buat mengelola stres. Selain itu daun kelor mengandung flavonoid, triptofan, dan GABA (Gamma-Aminobutyric Acid atau Asam Gamma-Aminobutirat) yang fungsinya tuh ningkatin dopamin dan serotonin buat ngurangin hormon stres (kortisol), menstabilkan mood, dan melindungi otak dari kerusakan oksidatif. Efeknya tuh mood jadi membaik dan jadi lebih tenang.
Bahkan disebutkan juga kalau secara ilmiah udah udah pernah ada percobaan pada tikus yang diberi ekstrak daun kelor pada dosis tertentu dapat ngurangin kecemasan yang efeknya setara ama obat Diazepam. Aku pernah diresep Diazepam, pas minum separuh tablet tuh badan rileks banget, tapi nggak bisa tidur. Pas dosis dinaikin satu tablet, tidur mulu dan lelap banget. Lalu, apakah efeknya sama waktu minum teh daun kelor?
Nggak sedahsyat Diazepam sih ke tubuhku. Segelas itu emang bikin tenang dan rileks. Nggak nyiksa kayak pas konsumsi setengah tablet Diazepam. Pas minum obat itu tuh badanku rileks, kayak pengen rebahan aja, tapi mataku nggak bisa merem, jadi kesiksa. Pas dinaikin dosis jadi tidur mulu dan efeknya baru ilang setelah 24 jam. Nyiksa juga karena nggak bisa aktivitas normal. Kalau minum daun kelor, bikin badan rileks dan tidur nyenyak, tapi nggak ganggu jam biologis tubuh, jadi pas waktunya bangun ya udah bangun nggak ada perasaan masih ngantuk, lemes atau males. Itu yang aku rasain ya. Bisa beda di lain tubuh layaknya tanaman herbal lainnya.
Cara bikin tehnya gimana? Sebenernya udah banyak yang jual kalau ogah ribet ya, tapi karena aku punya tetangga yang nanem kelor dan subur banget, jadi aku pilih bikin manual dari daun kelor asli yang gratis. Hehehe. Gampang banget cara bikinnya. Aku biasa pakai satu tangkai daun kelor, ambil daunnya aja, cuci bersih, masukin gelas, seduh pakek air mendidih, tutup gelasnya, tunggu sampai hangat atau hampir dingin, baru konsumsi. Video cara bikinnya bisa nonton di sini.
Aku minum sehari sehari sekali, dua jam sebelum tidur tanpa dicampur apa pun. Jangan tanya rasanya ya! Ampun dah. Hehehe. Kalau mau ada rasa, bisa ditambah gula atau madu. Sebenernya lebih enak dimasak, dijadiin sayur bening, tapi katanya better diseduh jadi teh. Kalau mau dimakan pun juga oke karena bagus juga buat lambung.
Sekian sharing pengalaman konsumsi teh daun kelor. Informasi tentang daun kelor aku ringkas dari berbagai sumber yang juga dibantu diringkas ama Mbah Google. Silahkan mencoba. Yang mau berbagi pengalaman monggo di kolom komentar. Gowamo matur tengkyu.


0 komentar