Review Serial House of the Dragon (2022)
05:36House of the Dragon
Kisah perebutan tahta di rumah para naga.
• Judul: House of the Dragon
• Kreator:
- Ryan Condal
- George R. R. Martin
• Network: HBO
• Jumlah episode: 10
• Durasi: 54–69 menit
• Tanggal rilis: 21 Agustus 2022
• Bahasa: Inggris
• Negara: Amerika Serikat
• Catatan: Berdasarkan novel Fire & Blood karya George R. R. Martin yang terbit pada 20 November 2018
Konflik dalam klan Targaryen tentang perebutan tahta yang terjadi 172 tahun sebelum kelahiran Daenerys Targaryen. Perang perebutan tahta itu dikenal dengan nama Dance of the Dragons.
Sebenarnya rasa penasaran udah di ujung banget tentang serial Game of Thrones sampai pengen nonton. Tapiii di Instagram udah rame tentang prekuelnya yang resmi tayang tahun lalu (NB: ulasan ini saya tulis di tahun 2023 dan baru up di 2026) yaitu House of the Dragon. Judulnya udah bikin penasaran, rumah naga. Terlebih pada potongan-potongan video yang saya tonton di Instagram, serial House of the Dragon menampilkan lebih dari tiga naga. Kalau di Game of Thrones kan ada tiga naga, nah di House of the Dragon lebih dari itu. Jadilah akhirnya memutuskan nonton House of the Dragon dulu sebelum entah nanti kapan maraton nonton Game of Thrones--yang novel seri pertamanya, belum kelar terbaca sampai sekarang, heuheuheu.
Setelah hiatus sekian lama dari menonton serial barat--tepatnya sejak tidak pernah menonton televisi--House of the Dragon menjadi serial pertama yang saya tonton. Sudah pernah membaca ulasan tentang Game of Thrones, ketika nonton House of the Dragon masih aja syok karena visualisasinya yang total, salah satunya tentang adegan saling membunuh dalam perang yang digambarkan tanpa sensor. Paling keinget pas nakhlukin pemberontak trus separo badan pimpinannya diseret keluar dengan usus terburai. Bikin ndak doyan makan berhari-hari. Heuheuheu.
Di awal-awal itu kayak ngebosenin banget. Cerita berasa lama, jadi agak boring nontonnya. Diceritakan detail dari awal Raja Viserys (Paddy Considine) naik tahta menggantikan saudarinya yang tidak bisa naik tahta karena seorang perempuan. Setelah naik tahta, anak laki-laki yang terlahir dari rahim Ratu selalu berakhir meninggal. Di kehamilan Ratu yang terakhir, Raja Viserys membuat keputusan untuk menyelamatkan jabang bayi dengan cara membelah perut Ratu. Bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut berhasil keluar dari rahim Ratu, namun hanya berusia beberapa menit saja. Raja kehilangan Ratu dan putranya.
Raja Viserys kemudian menetapkan putri semata wayangnya, Putri Rhaenyra (Milly Alcock) sebagai penerus tahta. Walau sempat ditentang, semua akhirnya bersumpah setia dan menerima Putri Rhaenyra sebagai penerus tahta.
Sebenernya kalau dibandingkan sama drama Korea saeguk tentang perebutan tahta, konfliknya kurang lebih sama. Perempuan dipandang tidak bisa meneruskan tahta dan kerajaan akan terancam ketika raja tidak bisa melahirkan keturunan laki-laki. Tentang orang terdekat atau kepercayaan raja seringnya justru menjadi ancaman, musuh dalam selimut bagi kerajaan. Di serial ini ada tangan kanan raja bernama Ser Otto Hightower (Rhys Ifans) yang berusaha memanipulasi raja demi keuntungan klannya.
Karena Ratu meninggal dan Raja belum memiliki keturunan laki-laki, Ser Otto Hightower dan petinggi kerajaan lainnya mendesak Raja untuk menikah lagi. Tak membuang kesempatan itu, Ser Otto Hightower mengirim putrinya--yang juga sahabat Putri Rhaenyra--untuk menghibur Raja. Tujuannya udah pasti biar putrinya dipinang raja dan menjadi ratu berikutnya. Padahal putrinya Alicent Hightower (Emily Carey) seumuran sama Putri Rhaenyra yaitu 15 tahun.
Sebenernya ngeri nontonnya pas bagian ini karena Raja sempat diminta untuk menikahi anak gadis Lord Corlys Velaryon (Steve Toussaint) yang saat itu masih anak-anak, umur 12 tahun kalau tidak salah ingat. CMMIW. Tapi mengingat kebiasaan keluarga kerajaan yang menikah lebih awal emang nggak heran ya dan pada masa lalu anak umur 15 tahun nikah itu dinilai wajar.
Lord Corlys Velaryon adalah suami dari Putri Rhaenys Targaryen (Eve Best), sepupu Raja Viserys yang dijuluki 'Queen Who Never Was'. Jika menikahi putri dari Lord Corlys dan Putri Rhaenys, maka kekuatan kerajaan akan semakin teguh karena Lord Corlys adalah penguasa laut. Sayangnya Raja telah jatuh hati pada Alicent dan akhirnya memutuskan menikahi teman dekat putri semata wayangnya itu.
Cerita tentang kerajaan kurang pas kalau nggak ada ksatria pendamping atau pengawal pribadi. Di serial ini karakter yang disorot ada Ser Criston Cole (Fabien Frankel). Ksatria pilihan Putri Rhaenyra yang kemudian menjadi pengawal pribadinya dan jadi kekasih rahasia Putri Rhaenyra sebelum akhirnya bertindak brutal--membunuh ksatria kesayangan calon suami Putri Rhaenyra--dan hendak bunuh diri, tapi kemudian berbelok mengucap sumpah setia pada Ratu Alicent. Suka banget chemistry nya Ser Criston sama Putri Rhaenyra, tapi akhir kisah mereka bikin potek hati dan mesuh-mesuh. Nyesel pernah suka sama karakter ini.
Kalau di awal-awal berasa kayak lambat dan membosankan, di episode... berapa ya, lupa, 5 apa 6 gitu langsung loncat jadi ke masa dewasa Putri Rhaenyra. Sebenernya dari awal emang loncat-loncat, tapi masih berasa lambat alurnya nah baru di pertengahan itu loncatnya bikin kaget karena yang memerankan udah pada ganti. Putri Rhaenyra dewasa diperankan Emma D'Arcy dan tahu-tahu anaknya udah dua otewe tiga.
Pemeran Ratu Alicent dewasa pun berubah, diperankan Olivia Cooke. Suer ini karakter bikin mesuh. Moon maap nih buat fansnya, tapi saya sebel banget sama Ratu Ijo ini. Heuheuheu. Keinget pas Putri Rhaenyra lahiran anak ketiga, Ratu Alicent minta bayinya dibawa ke ruangannya. Putri Rhaenyra yang habis lairan dan masih berdarah-darah jalan naikin tangga, bawa anak ketiganya ke ruangan Ratu, eh pas nyampek bisa-bisanya bilang kenapa repot-repot bawa bayinya ke sana. WTF banget. Hanya demi memastikan bahwa anak Putri Rhaenyra bukan anak kandung Laenor Velaryon, suami sah sang putri. Jijik banget sama kelakuan Ratu Alicent, curiga Putri Rhaenyra ada main, tapi dia sendiri sama bae. Bener-bener bermuka dua yang memuakkan. Cocok dah ama Ser Criston.
Love line nya sebenarnya saya suka hubungan Putri Rhaenyra dan Laenor Velaryon. Mereka ini kayak best friend, partner hidup yang klop banget. Berharap mereka beneran punya anak, anak kandung, tapi walau udah mencoba, Putri Rhaenyra nggak bisa hamil karena Laenor gay. Itu juga alasan kenapa Putri Rhaenyra mau dinikahkan sama Laenor yang masih sepupuan ama dia, karena Laenor pria yang baik walau dia gay dan keduanya sepakat buat nikah lalu bebas nyari kesenangan masing-masing: Putri Rhaenyra bebas punya pacar rahasia, Leanor pun sama--tapi pacarnya cowok.
Kelakuan Putri Rhaenyra jadi gitu (?) tak lain karena pengaruh dari ajaran (??) pamannya, Pangeran Daemon (Matt Smith). Beliau ini karakter di awal yang juga bikin sebel, tapi pas udah balik di sisi Putri Rhaenyra malah bikin kagum, tapi juga rada ngeri. Daemon adalah pangeran kedua yang apabila Raja Viserys meninggal, dia bisa menjadi penerus tahta, tapi karena Raja Viserys sudah menurunkan tahta pada Putri Rhaenyra, lagi-lagi Daemon nggak bisa klaim hak warisnya.
Nggak hanya dibuat mumet sama loncatan adegan dan perubahan karakter, ada juga love line para karakter, pernikahan yang bikin mumet. Habis nikah sama ini, bisa nikah sama itu, semua demi tahta. Pada akhirnya Putri Rhaenyra nikah sama pamannya sendiri, ya Pangeran Daemon. Putri Rhaenyra kayaknya dari kecil emang udah suka sama pamannya. Gila?? Banget. Selain kebrutalan adegan saling bunuh, ada LGBT, dan inses. Tapi kata pembaca novel dan penonton serial Game of Thrones, klan Targaryen emang gitu kebiasaannya. Bahkan Pangeran Aegon juga menikahi adiknya sendiri, Putri Helaena.
Sambil nonton otomatis jadi membandingkan sama drama Korea saeguk tentang kerajaan yang pernah ditonton ya memang kurang lebih sama tapi ini level gila dan bikin gedeknya lebih tinggi. Hehehe. Oya, di drama Korea kan biasanya kalau saeguk pasti ada peran gisaeng, di serial ini pun ada karakter bernama Mysaria atau White Worm yang diperankan Sonoya Mizuno. Menurut saya karakter ini mirip sama gisaeng kalau di drama Korea.
Intriknya, konfliknya, kejinya buanget, nyeseknya juga buanget. Ngeselin pas Raja Viserys mau meninggal lalu mengira Ratu Alicent adalah Putri Rhaenyra, lalu dengan dalih hak waris tahta dialihkan maka putra sulungnya, Pangeran Aegon diangkat menjadi raja. Dibantu sang ayah, Ser Otto Hightower, Kubu Hijau (sebutan untuk kubu Ratu Alicent) mulai menyingkirkan para pendukung Putri Rhaenyra. Definisi bestie adalah maut. Dari bestie jadi ibu tiri, lalu merebut hak waris atas tahta pula. Jijiknya malah ada main sama mantan kekasih rahasia Putri Rhaenyra. Bahkan ketika mendengar kabar duka tentang meninggalnya ayahnya serta perebutan tahta, Putri Rhaenyra sampai kehilangan bayi yang dikandungnya. Nggak hanya itu, ketika Pangeran Luke dikirim untuk membawa pesan, malah terbunuh oleh Vhagar, naga yang ditunggangi Pangeran Aemond. Kelakuan emak sama anaknya sama-sama nyebelin. Karena peristiwa itulah Putri Rhaenyra yang sebelumnya berusaha menempuh langkah damai mulai memperhitungkan untuk perang.
Para naga, walau munculnya masih dikit-dikit, visualisasinya benar-benar memanjakan mata. Kan lebih dari tiga tuh, masing-masing punya ciri khas dan bentukannya (?) beda-beda. Paling suka sama Meleys. Cakep banget. Seasmoke dan Syrax juga cakep. Vhagar walau dia yang terbesar, visualisasinya agak mengerikan. Kalau Vermax tuh cute. Arrax juga cute. Kalau Caraxes tuh slim banget dan agak serem juga liatnya. Itu aja atau kurang ya? Saking banyaknya sampai bingung. Hehehe. Kagum banget sama visualisasinya yang super detail hingga bisa dibedakan dengan mudah.
Walau di awal-awal agak bingung terlebih pas loncatan adegan dari remaja ke dewasa, nggak nyesel nonton serial ini. Musim kedua juga udah tayang dan kayaknya bakalan lebih seru karena (mungkin) penampilan naga bakalan lebih banyak. Naga favorit kalian siapa?
Sumber informasi: Wikipedia.
Sumber poster: IMP Awards.













0 komentar