Review Film Korea Uprising (2024)
05:36Uprising
Persahabatan antara budak dan majikan yang berujung malapetaka di tengah negara yang dilanda huru-hara dan peperangan.
• Judul:
- Global: Uprising
- Judul lain: War, Revolt
- Romanisasi: Jeon, Ran
- Hangul: 전,란
• Sutradara: Kim Sang Man
• Penulis: Shin Cheol, Park Chan Wook
• Produser: Park Chan Wook
• Tanggal tayang:
- Tayang perdana pada Busan IFF: 2 Oktober 2024
- Tanggal rilis: 11 Oktober 2024
• Durasi: 126 menit
• Distributor: Netflix
• Bahasa: Korea
• Negara: Korea Selatan
• Catatan: Uprising ditayangkan perdana sebagai film pembuka dalam Busan International Film Festival pada 2 Oktober 2024
• Pemeran:
- Gang Dong Won
- Park Jeong Min
- Cha Seung Won
- Kim Shin Rok
- Jin Sun Kyu
- Jung Sung Il
Cerita berlatar pada akhir abad ke-16. Jong Ryeo (Park Jeong Min) adalah putra tunggal dari keluarga bangsawan militer paling berkuasa dan paling kaya di Joseon. Demi ambisi sang ayah, Jong Ryeo dididik keras agar bisa mengikuti jejak keluarga. Setiap ia gagal dalam latihan bela diri, seorang budak laki-laki akan dipukul sang ayah. Banyak budak yang tewas hingga datanglah Cheon Young (Gang Dong Won) yang menjadi budak baru pengganti hukuman Jong Ryeo. Berbeda dengan budak lainnya, Cheon Young ahli dalam bela diri. Ia mencari cara agar bisa terbebas dari siksaan ayah Jong Ryeo. Di saat yang sama, Jong Ryeo berusaha mendekati Cheon Young karena merasa iba. Keduanya menjadi dekat. Diam-diam Cheon Young melatih Jong Ryeo hingga Jong Ryeo menjadi ahli bela diri. Keduanya tumbuh bersama hingga dewasa.
Jong Ryeo berhasil lulus ujian dan menjadi pengawal pribadi Raja Seonjo (Cha Seung Won). Terjadi kekacauan karena invasi Jepang ke Joseon. Raja melarikan diri dan Jong Ryeo harus meninggalkan keluarga demi raja. Keluarga Jong Ryeo dibantai para budak yang melakukan perlawanan karena tersulut kutukan yang diucapkan Cheon Young. Cheo Young berusaha menyelamatkan namun gagal hingga berita sampai ke telinga Jong Ryeo dengan Cheon Young sebagai pelaku utama.
Cheon Young yang membawa pedang dan jubah biru milik Jong Ryeo ditunjuk sebagai panglima untuk bertahan bersama rakyat melawan pasukan Jepang. Cheon Young dan pasukannya berhasil menuntaskan perang selama tujuh tahun. Ketika Raja kembali, Cheon Young dituduh sebagai pengkhianat dan Jong Ryeo mengajukan diri untuk memimpin pasukan memburu para pengkhianat negara.
Aku tuh bukan fans beratnya Gang Dong Won, tapiii tiap proyek masnya keluar tuh selalu semangat dan nonton. Nggak semuanya sih ya. Lupa tepatnya sejak kapan kenal (?) sama Gang Dong Won dan langsung dibuat jatuh hati sama aktingnya. Jadi udah beberapa filmnya yang nonton. Apakah ini artinya jatuh cinta tanpa disadari? Wkwkwk. Apaan dah, Kura! Abaikan kegajean kura-kura yang udah lama nggak nulis ulasan tontonan ini ya. Padahal udah numpuk banget itu yang harus ditulis. Heuheuheu.
Gara-gara nonton drama Tempest, jadi keinget kalau ada film Gang Dong Won yang udah masuk list dan belum ketonton. Kemarin, setelah kelarin episode ketiga dari Tempest langsung lanjut nonton Uprising. Alhamdulillah ada waktu luang dan bisa nonton langsungan dari drama ke filmnya Gang Dong Won. Jujur masukin film ini ke dalam daftar tonton ya karena Gang Dong Won. Setelah nonton, baru nyadar kalau film ini bertabur bintang. Aaa seneng banget dan jadi agak nyesel karena telat. Nggak papa lah ya telat, daripada nggak sama sekali. Hehehe.
Berkisah tentang Korea di akhir abad ke-16 yang berada di bawah pimpinan Raja Seonjo (Cha Seung Won). Raja mengeksekusi bangsawan yang memberikan tempat setara bagi kaum bangsawan dan rakyat jelata. Mau ngeluarin unek-unek langsung di sini aja. Ini raja asli ngeselin banget. Anti kritik, mau enaknya sendiri. Giliran diserbu pasukan Jepang, kabur ninggalin rakyatnya. Pas di pengungsian, masih tega ambil persediaan makanan rakyat buat dia makan. Balik-balik dari persembunyian setelah perang 7 tahun berakhir, tetiba minta dibangunkan istana yang megah tanpa mau tahu kondisi rakyat gimana. Asli asu banget dah pimpinan satu ini. Mana pejuang yang beneran belain negara, berjuang sampai akhir dengan hartanya sendiri dituduh pengkhianat dan dibunuh. Tai asu beneran kan. Dah tua kagak tobat malah makin menggila. Kurang puas di ending cuman dikirimin hidung yang diawetkan dalam garam. Oke, mari kembali melanjutkan alur singkat cerita.
Dikisahkan pada masa itu ada pejabat militer yang terkenal dan kaya raya. Rumahnya megah dengan puluhan kamar dan punya ratusan pelayan. Bangsawan ini punya anak laki-laki tunggal yang dia ambisi buat bisa jadi kayak dia; berkuasa di pemerintahan. Sayangnya ini anak tuh dudul dalam urusan bela diri. Kebiasaan buruk si bangsawan tuh kalau anaknya gagal, dia mukulin budak laki-laki yang paling muda. Udah banyak budak yang mati karena disiksa demi meluapkan kekesalan karena kegagalan sang anak. Hingga suatu hari datanglah budak muda baru ke rumah bangsawan itu.
Sama seperti sebelumnya, budak laki-laki yang masih anak-anak itu menjadi sasaran pukulan sang pejabat apabila anaknya gagal berlatih bela diri. Berbeda dari budak-budak sebelumnya, budak bertubuh kecil ini sangat gigih dan kuat. Ia bisa bertahan menerima pukulan demi pukulan walau kakinya sampai penuh luka. Tuan Muda pun merasa iba dan mulai mendekati si budak, hingga satu kali si budak berhasil kabur untuk menemui ayahnya yang ternyata sudah mati gantung diri. Si budak berhasil ditangkap dan dikembalikan ke rumah pejabat. Kembali menerima siksaan saat Tuan Muda gagal berlatih.
Seiring berjalannya waktu, Tuan Muda dan Budak pun berteman. Diam-diam Budak mengajari Tuan Muda bela diri agar dia bisa terbebas dari siksaan. Pejabat tahu dan membiarkan. Ketika melihat anaknya ada kemajuan, Pejabat memutuskan si Budak harus berlatih bersama Tuan Muda. Dua anak kecil itu pun senang dan bersama-sama menghancurkan potongan kayu yang digunakan untuk memukul kaki budak kecil.
Tuan Muda dan Budak tumbuh bersama. Jong Ryeo (Park Jeong Min) berhasil menguasai ilmu bela diri, namun ia selalu gagal mengikuti ujian istana hingga membuat ayahnya kesal.
Merasa sayang pada Tuan Muda sekaligus sahabatnya, budak Cheon Young (Gang Dong Won) mengajukan diri untuk maju mengikuti ujian dan menjanjikan akan mendapat peringkat teratas. Namun, ia mengajukan syarat jika berhasil ia harus dibebaskan dari status budak. Karena dari awal Cheon Young emang bukan budak, tapi karena sabotase penjual budak, statusnya jadi diturunkan jadi budak. Kayaknya gara-gara alasan ini bapaknya bunuh diri.
Singkat cerita, Cheon Young berhasil menepati janjinya. Jong Ryeo langsung lolos jadi pejabat istana yang khusus mengawal raja, mendapat jubah biru kehormatan dan pedang khusus dari raja. Namun ayahnya serakah dan ingkar janji. Alih-alih memenuhi permintaan Cheon Young, ia justru berencana membunuh Cheon Young. Untung Cheon Young cerdik dan berhasil melarikan diri. Jong Ryeo yang mengetahui hal itu segera menyusul ke kediaman Cheon Young dan meminta Cheon Young pergi dengan membawa pedangnya. Karena alasan itu Cheon Young ditangkap dan dikembalikan ke rumah Jong Ryeo untuk dihukum. Saking sakitnya karena dikhianati, Cheon Young mengutuk keluarga Jong Ryeo. Kata-kata yang berhasil membakar amarah para budak yang selalu diperlakukan semena-mena. Malapetaka pun menimpa keluarga Jong Ryeo saat ia bertugas mengawal Raja Seonjo melarikan diri karena ada invasi Jepang.
Asli ceritanya keren! Alurnya sat-set. Walau maju mundur nggak bikin bingung. Diceritakan dengan porsi seimbang bagaimana masa kecil Cheon Young dan Jong Ryeo yang kemudian memutuskan berteman. Sayangnya pada masa itu masih ada kasta dan pertemanan antara bangsawan dan budak dilarang. Bahkan Cheon Young dianggap lebih rendah dari anjing oleh istri Jong Ryeo. Aslinya persahabatan Jong Ryeo dan Cheon Young keren lho! Tapi namanya anak bangsawan yang darah bapaknya ngalir di tubuhnya, Jong Ryeo nggak teges dan ngeselin kadang. Terlebih setelah salan informasi dan dia jadi ambisi buat ngebunuh Cheon Young.
Saat kekacauan melanda rumah Jong Ryeo, Cheon Young berusaha menolong istri dan anak Jong Ryeo. Tapi istrinya merasa lebih baik mati daripada disentuh Cheon Young dan akhirnya bunuh diri dengan masuk ke rumah yang udah dilahap api. Cheon Young hanya bisa menyelamatkan jubah dan pedang yang merupakan hasil perjuangannya mengikuti ujian negara dan menjadi kebanggaannya untuk Jong Ryeo. Karena ke ibu kota dengan memakai jubah dan membawa pedang pemberian Raja, Cheon Young dikira panglima militer yang memutuskan untuk tinggal bersama rakyat alih-alih kabur bersama Raja. Dasarnya Cheon Young emang nggak hanya pinter gelut, doi pun maju buat ngatur rakyat yang mau berjuang bertahan hidup melawan pasukan Jepang yang menginvasi Joseon.
Rakyat berjuang sendiri selama tujuh tahun ditinggal kabur Raja. Membentuk kamp pelatihan yang tidak ada kasta, bangsawan yang setia pada negara Kim Ja Ryeong (Jin Sun Kyu) diangkat menjadi pemimpin dalam kamp. Secara natural susunan kepemimpinan di kamp terbentuk, ada ahli strategi, ada pimpinan dan ada panglima yang tak lain adalah Cheon Young. Asli pangling sama penampilan Jin Sun Kyu di sini. Momen paling bikin patah hati ketika Kim Ja Ryeong tetap menahan diri dengan menggunakan pedang terbalik; menggunakan sisi yang tumpul untuk membela diri agar tak melukai pasukan kerajaan. Tapi tetep beliau dipenggal sama Raja bangsat. Asli nyesek banget.
Para pejuang dibawah pimpinan Kim Ja Ryeong berharap Raja akan memenuhi permintaan mereka termasuk penghapusan status budak, tapi sayangnya rajanya bangsat. Kayak lintah ngisep darah rakyatnya sampai mati. Karakter yang mencuri perhatian adalah Beom Dong yang diperankan Kim Shin Rok. Melihat beliau yang biasanya jadi antagonis di sini jadi protagonis tuh napa baper yak. Mana satu-satunya pejuang wanita yang bergabung. Walau sempet milih jalan sendiri, doi paling sayang sama rekan-rekan seperjuangan termasuk si bungsu yang diperankan Lee Min Jae.
Transformasi para pemeran tuh keren banget. Waktu karakter Genshin Kikkawa lepas topeng, berasa nggak asing sama wajah beliau, tapi nggak inget siapa. Setelah cek AsianWiki ternyata karakter ini diperankan Jung Su Il.
Ada sedikit humor, banyak nyeseknya dan selalu kesel kalau Raja nongol. Sumpah pengen jambak itu jenggot. Puas banget dikerjain Cheon Young di ending tuh. Dikirimin potongan hidung manusia yang diawetkan di dalam garam. Awalnya aku nebak dikasih kiriman kepala eh ternyata potongan idung. Aku nggak bisa liat hal berdarah-darah, tapi nonton film ini masih aman walau adegan gorok leher, potongin tubuh manusia nggak disensor. Masih aman bisa nonton tanpa mual. Hehehe.
Keseluruhan bagus dan rekomen buat ditonton terutama yang suka ama genre saeguk. Bertabur bintang yang pastinya aktingnya apik buanget. Wes monggo nonton. Mohon maaf jika ada salah kata. Gomawo matur tengkyu. Selamat menonton.
Sumber informasi: AsianWiki
Sumber poster: AsianWiki dan Hancinema









0 komentar