Review Buku Rusak Saja Buku Ini Girl Version - Sony Adams
05:03Rusak Saja Buku Ini Girl Version - Sony Adams
Bukan kebetulan kamu terlahir sebagai perempuan, sebagai wanita, sebagai cewe. Jiwamu perlu belajar menghargai bagaimana menjadi wanita yang seutuhnya.
Tak perlu takut apa yang akan terjadi padamu, berjalanlah sesuai dengan alirannya, maka kamu akan menemukan letupan-letupan tak terduga nantinya.
Jadilah wanita tangguh dan teguh, serta bawakan energi positif ke orang-orang di sekitarmu.
• Judul: Rusak Saja Buku Ini Girl Version
• Penulis: Sony Adams
• Penerbit: Penerbit Anak Hebat Indonesia (Penerbit AHI)
• Tahun terbit: Cetakan kedelapanbelas Mei 2026
• Jumlah halaman: 172
• ISBN: 978-623-164-407-7
Hey Girl!
Berpura-pura baik-baik saja padahal menyimpan sejuta emosi yang meledak-ledak tentunya tidak baik psikis dan fisik kamu. Inilah saatnya bagi kamu untuk bertumbuh menjadi lebih baik lagi atau membiarkan dirimu didera emosi negatif.
Ayo lampiaskan semua emosimu di dalam buku ini!
Finally bisa memeluk buku pink cantik ini. Buku ini sempet beberapa kali lewat di beranda sosmedku, judulnya kok unik ya. Macem mana isinya? Penasaran dong! Trus kan aku gabung Media Literasi tuh, rumah yang nyaman bagiku kreator dan afiliator buku pemula. Di sana ketemu lagi sama buku ini. Makin penasaran. Alhamdulillah ada jodoh dan rezeki buat adopsi dan memeluknya. Sebelum lanjut bahas, yang mau beli bukunya bisa langsung klik link ini ya.
"Ceritakan semua musuh-musuhmu atau orang-orang yang pernah bikin emosi dirimu yang mungkin kamu ingat. Doodle halaman ini dan curahkan semua emosimu!"
Pas selesai unboxing dan sekilas liat isinya tuh bikin kaget. Semacem... Scrapbook? Atau Art Journal? Dua kata itu yang langsung nongol di kepalaku. Seru kali disuruh warna, corat-coret, nulis tentang musuh. Diary bergambar ini mah.
Setiap halaman berisi berbagai macam hal unik yang bisa jadi sarana buat nyalurin emosi dan luapin amarah secara positif. Tanpa harus dipendam sendiri, tanpa perlu melampiaskan ke orang lain yang nggak bersalah.
"Lebih banyak masalah yang kita hadapi berasal dari diri kita sendiri. Namun, kita sibuk menyalahkan orang lain dan segala hal yang adanya di luar kita."
Jujur sampai aku bikin ulasan ini bukunya belum aku apa-apain, tapi udah aku baca keseluruhan. Setelah baca otakku langsung sibuk; ah halaman ini keren, nanti aku giniin ah, oh di halaman ini nanti aku mau gini, ah ini ide bagus kan udah lama aku pengen kayak gini jadi inget. Dan banyak lagi skenario sibuk di kepalaku. Hehehe. Baru baca udah antusias buat isi sesuai perintah.
"Coba deh inget kembali hal-hal yang menyakiti dirimu, mungkin segala mantanmu, mungkin perlakuan orangtuamu. Maafkan mereka. Let it be."
Pas baca bagian itu, jujur nyesek banget. Aku nggak punya mantan karena belum pernah pacaran dari jabang orok ya, tapi kalimat berikutnya itu.... Alasan kenapa aku memilih buku ini untuk diadopsi adalah setelah membaca blurb-nya. Pada bagian bawah ada kolom yang berisi, Buku ini cocok untuk kamu yang sedang: Lelah, Overthinking, Cemas, Insekyur, Depresi, Panik, Sedih, Kecewa, Marah. Lelah, overthinking, cemas, insekyur, panik, sedih, kecewa, dan marah semua itu ada padaku belakangan ini dan seringnya aku pendam, aku telan sendiri. Hingga akhirnya aku tumbang dan butuh bantuan psikiater. Setelah membuka buku ini, aku merasa, ini beneran yang aku butuhkan untuk meluapkan apa yang nggak bisa aku tunjukan ke orang lain.
"Orang yang bijaksana adalah mereka yang mengosongkan ruang di dalam hati mereka untuk memaafkan orang lain."
Memaafkan itu nggak mudah, atau kadang bisa, tapi sulit untuk melupakan. Dan aku sedang berusaha untuk menjadi orang bijaksana itu. Semoga bisa!
Ada satu halaman yang kasih panduan buat beli benih tanaman dan mulai nanem. Aku termenung sejenak pas baca halaman itu dan berpikir, "Ah iya. Ini adalah hobi yang sudah lama aku tinggalkan. Padahal berkebun itu sangat menyenangkan. Kemana aja aku selama ini sampai lupa punya hobi semenyenangkan itu?"
"Gimana? Merasakan pengalaman menanam tumbuhan? Menyenangkan? Ya begitulah hidup ini. Tentang tabur dan tuai. Barang siapa menabur kebaikan ya sudah pasti akan menuai hasilnya. Namun, perlu proses seperti kamu menanam tumbuhan itu. Tidak ada yang instan di dunia ini."
Setelah membaca keseluruhan halamannya, buku ini tuh nggak hanya membantu melepas emosi dan amarah, tapi membantu untuk bisa jujur ke diri sendiri. Perlahan aku jadi sadar bahwa selama ini aku banyak menutup diri dan berpura-pura bahwa aku baik-baik saja bahkan di depan bayanganku sendiri ketika bercermin. Oya, ada satu halaman yang juga menarik yang membuat aku langsung jawab--dalam benakku tentunya--pertanyaan di halaman itu, tentang rasi bintang. Kalau bisa bikin mau bikin apa dan dikasih nama apa. Aku nggak mau bikin karena aku udah punya Cassiopeia. Yang mau buku Rusak Saja Buku Ini Girl Version, klik di sini ya. Yuk, mulai belajar jujur pada diri sendiri dan bersenang-senang dengan merusak buku ini.
Bukan kebetulan kamu terlahir sebagai perempuan, sebagai wanita, sebagai cewe. Jiwamu perlu belajar menghargai bagaimana menjadi wanita yang seutuhnya.
Tak perlu takut apa yang akan terjadi padamu, berjalanlah sesuai dengan alirannya, maka kamu akan menemukan letupan-letupan tak terduga nantinya.
Jadilah wanita tangguh dan teguh, serta bawakan energi positif ke orang-orang di sekitarmu.
Ketika kamu disakiti, kamu punya pilihan untuk melawannya atau menerimanya.
Sebaik-baik mereka yang bijaksana adalah mereka yang menerima segala hal yang terjadi dan memaafkan mereka yang menyakiti.
Kita bukan jaksa atau hakim, kita adalah penikmat hidup ini.


0 komentar