Review Film Twilight (2008)
05:47Twilight
Kisah seorang gadis remaja yang jatuh cinta pada vampir yang berusia 108 tahun
• Judul: Twilight
• Sutradara: Catherine Hardwicke
• Skenario: Melissa Rosenberg
• Produser: Greg Mooradian, Mark Morgan, Wyck Godfrey
• Rumah produksi: Temple Hill Entertainment, Maverick Films/Imprint Entertainment
• Distributor: Summit Entertainment
• Tanggal rilis: 21 November 2008
• Durasi: 121 menit
• Negara: Amerika Serikat
• Bahasa: Inggris
• Catatan: Berdasarkan novel Twilight karya Stephenie Meyer
• Pemeran:
- Kristen Stewart: Bella Swan
- Robert Pattinson: Edward Cullen
- Peter Facinelli: Carlisle Cullen
- Elizabeth Reaser: Esme Cullen
- Ashley Greene: Alice Cullen
- Kellan Lutz: Emmett Cullen
- Nikki Reed: Rosalie Hale
- Jackson Rathbone: Jasper Hale
- Billy Burke: Charlie Swan
- Taylor Lautner: Jacob Black
- Cam Gigandet: James Witherdale
- Rachelle Lefevre: Victoria Sutherland
- Edi Gathegi: Laurent Da Revin
Bella Swan (Kristen Stewart) memutuskan pindah ke kota kecil bernama Forks untuk tinggal bersama ayahnya. Bella bertemu kembali dengan teman masa kecilnya, Jacob Black (Taylor Lautner) warga lokal yang tinggal di area suku Indian. Di sekolah barunya, Bella bertemu dengan sosok misterius bernama Edward Cullen (Robert Pattinson) yang menghindarinya sejak hari pertama sekolah. Melihat Edward seolah merasa jijik padanya, Bella dibuat tersinggung sekaligus penasaran. Rasa penasaran Bella semakin menjadi ketika Edward tiba-tiba menyelamatkannya dari kecelakaan mobil. Bella akhirnya mengetahui jika Edward adalah vampir dan ia pun jatuh hati.
Aku inget dulu film ini tuh booming banget. Kalau bahasa anak sekarang, viral. Waktu itu pengen nonton di bioskop nggak ada duit, waktu DVD nya udah edar, susah banget nyari di rental karena selalu disewa. Pas udah dapet, eh malah kagak bisa ikutan nonton. Bahkan pas mbakku dapat kiriman DVD semua seri filmnya, nggak sempet nonton trus DVD-nya ilang, dipinjem orang kagak balik. Rasa penasaran akhir-akhir ini muncul lagi karena sering liat potongan videonya di Reel Facebook. Kalau film Barat tuh seringnya ketemu di Facebook. Makin diabaikan kok makin penasaran. Ya udah nyerah, akhirnya karena hari ini libur memperingati Tahun Baru Hijriah, nyempetin nonton di sela kesibukan bikin tugas konten. Lumayan dapat dua seri. Hehehe. Ini mah bukan nyelani, tapi emang niat maraton. Heuheuheu.
Aku penasaran versi novelnya, tapi entah ya apa terbit versi bahasa Indonesia. Kudet banget aku tuh. Hunger Games aja juga telat dapet novel dan nonton filmnya. Hiks! Nggak papa telat daripada nggak sama sekali ye kan.
Pasti udah pada tahu Twilight tuh menceritakan tentang apa. Yap, tentang manusia dan vampir yang saling jatuh cinta. Bella Swan (Kristen Stewart) yang pindah ke kota kecil tempat tinggal ayahnya bernama Forks. Kota yang selalu diselimuti kabut dan sering hujan. Kalau di Indonesia mungkin di Bogor gitu kali ya.
Emak sama bapaknya Bella udah cerai. Emaknya bahkan udah nikah lagi dan ikut suaminya. Bella memutuskan tinggal bersama ayahnya selama setahun di Forks sambil nunggu ibunya dapat rumah di kota baru yang bakal jadi tempat tinggal mereka. Ayah Bella, Charlie Swan (Billy Burke) bekerja sebagai Kepala Polisi di Forks dan tetap menduda.
Saat pindah, Bella bertemu kembali dengan teman masa kecilnya, Jacob Black (Taylor Lautner), warga lokal keturunan suku Indian yang tinggal agak jauh dari kota. Jacob sekolah di sekolah khusus, karenanya nggak bisa satu sekolah ama Bella.
Di sekolah barunya, Bella disambut dengan baik oleh teman-temannya. Walau sempet diusili, dia berhasil membaur dan punya teman baru, geng baru. Saat makan siang, perhatian Bella teralihkan pada sekelompok murid yang baru memasuki kantin. Ia penasaran dan kedua teman barunya, Angela dan Jessica menjelaskan bahwa itu adalah Keluarga Cullen yang selalu menyendiri. Anggota keluarga yang paling akhir masuk paling menarik perhatian Bella, Edward Cullen (Robert Pattinson).
Bella bergabung kelas Biologi, ia bertemu Edward. Namun, respon Edward membuatnya tersinggung. Edward menutup hidung dan menjaga jarak ketika Bella duduk di kursi kosong di sampingnya. Melihat Edward seolah jijik padanya, Bella tersinggung sekaligus penasaran, kenapa cowok ganteng di sekolah bersikap gitu? Padahal dia nggak bau badan.
Suatu siang saat akan pulang sekolah, Bella sedang bersiap di dekat mobilnya. Mobil van berkecepatan tinggi menuju ke arahnya, Bella udah pasrah bakalan ketabrak, tapi Edward tiba-tiba muncul dan melindunginya dengan tangan kosong. Kecepatan dan kekuatan Edward membuat Bella semakin penasaran. Mencari tahu tentang legenda yang beredar di Forks, Bella akhirnya tahu jika Edward adalah 'Si Wajah Pucat dan Kulit Dingin' alias vampir. Namun bukannya takut dan menjauh, Bella justru jatuh hati.
Nonton film 2008 di tahun 2026 tapi visualnya masih terasa apik, memanjakan mata dan nggak terkesan ganjil atau janggal. Keren! Beberapa adegan terasa bikin deja vu karena sebenernya seri pertama ini sempet nonton bentar dulu, tapi nggak sampai habis. Selain itu juga karena keseringan liat potongan videonya di Facebook. Bahkan sampai ada yang bikin parodinya. Oh iya, dulu juga ada film plesetannya. Lupa judulnya, tapi aku nonton. Cuman karena nggak kelar nonton versi aslinya, jadi aku nggak mudeng pas nonton film plesetannya.
Bella di sosmed sekarang sering macem di... bully? Macem gitu lah ya. Untung pas nonton ini tadi pikiranku nggak terpengaruh jadi aman aja. Ceritanya juga seru buat diikuti. Gadis dari area panas yang pindah ke area dingin (?). Harus adaptasi, dah gitu ketemu orang-orang aneh yang kemudian dia tahu mereka vampir. Doi malah jatuh hati ke salah satu vampir dan nggak bisa berpaling.
Hubungan sesama manusia aja bisa ada konflik, apalagi ini manusia dan vampir. Keluarga Cullen untungnya berpikiran terbuka jadi bisa menerima kehadiran Bella dan merestui Edward yang jatuh hati pada manusia yang secara teori adalah makanan mereka kaum vampir. Eh, ada satu sih yang kurang setuju, namanya Rosalie Hale, pasangannya Emmett Cullen. Ya wajar sih, ada manusia di rumah mereka bisa nimbulin konflik karena rasa lapar setelah mencium aroma darah manusia. Ini juga yang jadi alasan Edward nutup hidung di pertemuan pertama ama Bella, karena aroma darah Bella tuh ngebuat rasa laparnya bangkit.
Keluarga Cullen tuh bikin aku keinget sama Keluarga Soma dari anime Fruits Basket. Visualnya menawan, cantik-cantik dan tampan-tampan, trus kaya raya. Uniknya, kelapa keluarga dari Keluarga Cullen yaitu Carlisle Cullen profesinya adalah dokter. Keren kan. Dokter biasa berhubungan dengan darah, tapi ini vampir malah punya profesi dokter. Keluarga Cullen tuh diet vegetarian, tapi bukan makan sayur ya. Mereka minum darah hewan, bukan darah manusia. Makanya kadang mereka masih menggila kalau nyium aroma darah manusia.
Keluarga Cullen oke dah bisa nerima Bella. Tapi Bella nggak bisa ngomong jujur ke bapaknya kalau pacarnya vampir. Nggak cukup konflik itu, waktu main bisbol ama Keluarga Cullen, keberadaan Bella terendus kelompok vampir lain yang membuatnya diburu. Edward dan keluarganya berusaha melindungi Bella, tapi Bella pun punya kelemahan yaitu selain dia sendiri manusia, dia punya keluarga.
Ceritanya keren. Nggak kebayang versi novelnya pasti lebih keren. Pantesan dulu banyak yang jatuh hati ke Edward, karena ya dia emang tampan dan cool. Mana pas PDKT ke Bella kocak tingkahnya. Mau juga punya vampir. Eh, kan udah punya pacar vampir, Mas Jeje tuh. Muehehehe.
Sepanjang nonton menikmati alur cerita. Paling suka sama penampilan kota Forks. Hutan lebatnya yang selalu dihiasi kabut beneran kayak di negeri dongeng. Oh iya, paling suka sama adegan Bella di ajak naik ke atas pohon tertinggi. Keren banget menikmati pemandangan dari atas sana.
Sumber informasi: Wikipedia.
Sumber poster: IMP Awards.





0 komentar