Review Kitab Primbon Lengkap - Gusti Pangeran Harya Tjakraningrat

05:25

 Kitab Primbon Lengkap - Gusti Pangeran Harya Tjakraningrat



Selasa Kliwon adalah hari Anggarakasih, karena memiliki banyak keutamaan dan keistimewaan. Sebenarnya, Anggarakasih dapat diartikan sebagai waktu yang ideal untuk mengungkapkan cinta dan kasih sayang kepada diri sendiri.

• Judul: Kitab Primbon Lengkap

• Judul asli: Primbon Betaljemur Adammakna 

• Penulis: Gusti Pangeran Harya Tjakraningrat

• Ditulis ulang, dilengkapi dan disunting: R. Nugroho

• Penerbit: Penerbit Anak Hebat Indonesia (Penerbit AHI)

• Tahun terbit: Cetakan kesepuluh Maret 2026

• Jumlah halaman: 310

• ISBN: 978-623-515-396-4

Mengapa orang Jawa begitu lekat dengan ramalan dan simbol? Apa yang tersembunyi di balik tradisi primbon yang turun-temurun diwariskan dari nenek moyang? Buku ini mengajak Anda menjelajahi seluk-beluk primbon Jawa, membuka rahasia di balik berbagai pengetahuan kuno yang hingga kini dipercaya memiliki kekuatan magis dan filosofis.

Dalam halaman-halaman yang sarat akan misteri, Anda akan menemukan penafsiran tanggal lahir, hari baik, perhitungan weton, hingga cara meramal nasib yang sering kali terasa jitu dan mengagumkan. Lebih dari sekadar panduan, buku ini menyoroti makna mendalam di balik setiap aturan dan ritual primbon, mengajak pembaca memahami esensi dari nilai-nilai yang diwariskan leluhur. Setiap bab menggiring Anda ke dalam keajaiban tradisi dan kearifan lokal, menguak sisi tersembunyi dari primbon yang tak hanya sekadar hitungan, namun juga sebuah filosofi hidup yang harmonis dengan alam semesta.

Bersiaplah untuk menyingkap tabir masa lalu dan menemukan makna dalam simbol-simbol kehidupan yang bisa memberi Anda perspektif baru. Buku ini bukan sekadar panduan, tetapi juga jendela untuk mengenali siapa diri Anda dalam bingkai warisan leluhur.



Ketemu buku ini waktu gabung di Media Literasi yang jadi rumah bagi kreator dan afiliator buku jadi momen paling gong. Kitab Primbon Lengkap? Beneran lengkap nggak nih? Jangan-jangan cuman garis besarnya aja, tapi nggak papa deh, adopsi aja. Yang pengen juga bisa klik link ini dan beli ya.

Nggak sabar nungguin bukunya dateng, pas dateng, kesan pertama, ternyata bukunya tebel ya, tapi harganya dibawah mapuluh rebu. Surga dunia banget sih ini. Setelah unboxing dan cek daftar ini, ternyata kecurigaanku salah. Bukunya lengkap banget! Nggak nyesel udah adopsi. Heuheuheu.

Salah satu hal yang aku sesali setelah ditinggal Nenek dari Bapak berpulang ke rumah Allah, banyak hal tentang tradisi budaya Jawa yang belum aku pelajari dari beliau. Nenek tuh masih memegang teguh tradisi Jawa. Zaman kecil sering menjadi bagian cerita pengantar tidur. Waktu ketemu buku ini, setelah membaca daftar isinya tepatnya, jadi merasa menemukan pengisi dari kekurangan itu. Di Blog ini juga di kanal Youtube Jurnal Kurayui, aku udah buat tulisan dan video tentang tradisi Jawa yang sampai saat ini masih kami jalani. Dengan adanya Kitab Primbon Lengkap ini, bisa menjadi sumber informasi untuk banyak hal yang belum sempat aku pelajari dulu.

Kitab Primbon Lengkap ini merupakan karya Gusti Pangeran Harya Tjakraningrat  (1829-1916) yang memiliki judul asli Primbon Betaljemur Adammakna yang ditulis ulang, disunting dan dilengkapi oleh R. Nugroho. Isinya tuh lengkap, terdiri dari 15 bab dan masih terbagi dalam beberapa sub-bab.

Dibuka dengan penjelasan tentang apa itu Primbon Jawa, asal-usulnya dari mana dan dilanjut dengan penjelasan penanggalan Jawa, Neptu, serta penjelasan detail tentang hari dan pasarannya. Ada tentang perhitungan hari baik dan hari buruk, pengenalan wuku, tentang panduan dan perrhitungan pernikahan, tentang selamatan, bangun rumah, selamatan bayi dan syukuran lainnya, tentang Primbon Naga yang membahas arah rezeki, tafsir mimpi dan bahkan tentang Japa Mantra. Lengkap banget, kan.

Waktu cek daftar isi, aku langsung tertarik sama bab delapan yang bahas tentang Tradisi Selamatan Bayi dan Watak Anak, karena di situ ada bahas tentang Tradisi Menanam Ari-ari. Aku pernah bikin video dan tulisannya, nggak nyangkanya tuh videonya banyak yang nonton. Monggo yang mau nonton videonya ada di kanal Youtube Jurnal Kurayui, kalau tulisannya ada di Blog ini ya. Pas baca langsung cari halamannya dan cek informasi, apakah sama dengan yang diajarkan almarhumah nenekku. Kurang lebih sama sih ya. Aku pernah baca juga, kalau selain daun waru (di sini alasnya pakek daun waru), ada daun lain yang bisa dipakai. Di buku ini disebutkan pakai daun sente.

Setelah baca buku ini, pengetahuan tentang nama, tradisi dan adat Jawa semakin bertambah. Menurutku orang Jawa, terutama yang masih buta tradisi macem aku wajib deh punya buku ini. Karena, kalau bukan kita yang melestarikan budaya kita, siapa lagi? Sekali lagi, yang mau beli bisa langsung klik link ini ya.

You Might Also Like

0 komentar

Total Pageviews