Akhirnya Kesampaian Berkunjung ke Candi Prambanan
05:06Candi Prambanan dan Candi Sewu
Turun dari Candi Gedong Songo, suasana di bawah tuh cerah banget dan kami melewati jalan yang masyallah cantik banget. Hutan, tapi ada area perkebunannya gitu. Pohonnya seragam dan cantik banget. Kayunya warna putih, jadi keinget hutan aspen yang sering aku liat di internet. Saking terpesonanya, aku tuh duduk aja nikmatin perjalanan, sampai lupa nggak abadiin momen dalam kamera, padahal aku pegang hape di tangan. Baru nyadar setelah salah satu saudara nanya, "Tumben kamu nggak bikin video padahal pemandangannya bagus." Sedih, tapi ya nggak mungkin puter balik juga buat ngulang momennya kan, jadi ya belum rezeki aja. Semoga tetep tersimpan rapi dalam memori di kepala.
Sebelum balik ke rumah singgah tempat kami nginep, mampir ke Super Dazzle buat berburu barang diskon. Ada sodara yang butuh ke sana, mau cari barang, jadi ikutan masuk, beli mantel buat persiapan ke Candi Prambanan. Karena cuaca labil, khawatir hujan pas jalan keliling. Jadilah beli mantel sejumlah orang yang ikutan. Sehabis itu balik rumah singgah, makan di rumah singgah dan istirahat.
Karena Candi Prambanan nggak terlalu jauh dari rumah singgah, kami berangkat nggak terlalu pagi. Jam 06.29 mampir ke Warung Soto Pak Sholeh di Jalan Solo. Pagi-pagi sarapan yang berkuah anget-anget, masyaallah surga dunia banget. Sotonya tuh bening, fresh, cocok buat sarapan. Porsinya juga pas. Kelar sarapan, lanjut menuju kawasan Candi Prambanan. Nyampek parkir tuh pukul tujuh lebih kayaknya dan karena udah pesen tiket online, jadi tinggal masuk. Tas diperiksa, tapi kayaknya bawa makanan masih oke kalau di Candi Prambanan. Aku bawa air putih, boleh kok. Karena emang areanya luas kalau haus kan berabe yak.
Aku tuh seneng banget karena akhirnya bisa juga berkunjung ke Candi Prambanan. Ke Jogja berapa kali ya, dari zaman kecil diajak ortu karena dapat jatah dari kantor, trus pas SMP wisata ama sekolah nggak bisa masuk, tahun 2013 dua kali dan tahun 2018. Lima kali, baru 2026 bisa ke Prambanan. Masyaallah. Alhamdulillah. Kirain kami udah yang paling pagi, ternyata ada yang udah datang lebih dulu. Ada yang karya wisata juga, jadi lumayan rame bahkan kami nggak bisa foto di area depan candi karena udah males ngantri, mending langsung masuk, foto-foto di dalem aja selagi sepi. Hehehe.
Areanya luas banget, karenanya kami berangkat pagi biar puas keliling dan biar nggak kepanasan juga. Alhamdulillah bisa foto-foto di depan Candi Prambanan pas masih sepi. Kami kelar foto, barulah adek-adek yang dateng buat karya wisata menyerbu.
Sebenernya pengan banget liat arca yang menurut legenda adalah sosok Roro Jonggrang, tapi karena aku lagi dapet, akhirnya aku cuman keliling di area luar aja. Khawatirnya masih digunakan untuk ibadah, jadi mending nggak masuk. Karena panas banget, aku duduk di bawah pohon yang masih ada di area Candi Prambanan, sambil mengagumi kemegahan dan menikmati kecantikan bangunan candi. Membayangkan bagaimana proses pembangunannya di masa itu. Batu-batu dipahat dan dibangun jadi mahakarya yang indah.
Pohon tempat aku berteduh kayak pohon yang biasa ada di tepi laut. Bunganya cantik dan mengeluarkan aroma harum walau udah gugur, tapi aku nggak tahu nama pohonnya apa. Kalau kata Mbah Google namnya keben atau putat laut.
Setelah selesai berkeliling di area Candi Prambanan, lanjut jalan ke area yang menurutku mirip kebun raya. Kalau di area candi kan panas, di area yang mirip kebun raya lebih sejuk karena banyak pohon rindang. Ada lapangan luas yang menjadi area permainan modern, lupa deh itu namanya apa. Hehehe. Trus, di area taman banyak yang pre-wed. Ada pohon berbuah, tapi entah buahnya bisa dimakan apa tidak. Gembul ngumpulin buahnya, kayak apel kayak mangga, tapi kecil-kecil.
Dari area ini mau lanjut ke Candi Sewu, pengennya jalan tapi karena bawa anak kecil, jadi naik... disebutnya sih Tayo ya, buat keliling. Jadi keliling naik Tayo. Selain Candi Sewu, ada Candi Lumbung dan Candi Bubrah yang juga berada di kawasan Prambanan. Tapi, kami nggak berhenti di kedua candi tersebut, langsung berhenti di Candi Sewu.
Di Candi Sewu lebih hening dan tenang walau areanya juga luas. Pas kami dateng, hanya ada rombongan kami di area Candi Sewu. Tapi, hanya diberi waktu 10 menit untuk berkeliling. Kalau mau keliling, kayaknya cukup. Kami hanya berkeliling di area depan, lalu lanjut naik Tayo menuju penangkaran rusa. Di area penangkaran rusa, ada burung merak dan burung kasuari. Kayaknya bisa kasih makan rusa, tapi karena kami dateng kepagian, jadi belum buka.
Salah satu hal yang pengen aku coba pas ke Prambanan adalah panahan yang disebut Jemparingan. Karena ada panah tradisional, tapiii pas kami selesai keliling, belum buka dong. Karena haus, Gembul minta beli gelato. Enak rasanya, harga juga murah. Trus kami nunggu kafe yang jual jamu buka, karena jamunya terkenal enak jadi pengen coba. Lumayan lama nunggu, alhamdulillah buka. Kami beli jamu kunyit asem dan beneran enaaak. Nggak sia-sia nunggu hampir sejam. Hehehe. Pas kami bersiap pulang, area jemparingan baru disiapkan. Mau nunggu udah harus ke tujuan berikutnya, jadi ya akhirnya merelakan buat nggak coba memanah pakek panah tradisional.
Menurutku, Prambanan tuh area yang komplit. Rasanya kayak main ke kebun raya, sekaligus ke situs sejarah. Enak buat jalan dan karena banyak pohon gede, jadi bisa grounding juga. Sebenernya ada museumnya, tapi kami nggak masuk karena pas barengan sama adek-adek yang karya wisata. Video Candi Prambanan bisa ditonton di sini. Walau nggak bisa masuk, tapi masih bisa menikmati keindahannya dari luar. Video naik Tayo ke Candi Sewu bisa ditonton di sini. Gomawo matur tengkyu.











0 komentar