Review Tontonan

Review Film Korea The Girl on a Bulldozer (2022)

05:04

 The Girl on a Bulldozer



Remaja 19 tahun yang menyelidiki kasus kecelakaan misterius yang dialami ayahnya hingga koma


• Judul:

  - Global: The Girl on a Bulldozer

  - Romanisasi: Bulldozere Tan Sonyeo

  - Hangul: 불도저에 탄 소녀

• Sutradara: Park Ri Woong

• Penulis: Park Ri Woong

• Produser: An Byung Rae

• Sinematografer: Jin Hyun-Woo

• Penayangan Perdana Dunia: 8 Oktober 2021 (Busan International Film Festival)

• Tanggal rilis: 7 April 2022

• Durasi: 112 menit

• Distributor: Little Big Pictures

• Bahasa: Korea

• Negara: Korea Selatan

• Cast:

  - Kim Hye Yoon: Gu Hye Young

  - Park Hyuk Kwon: Gu Bon Jin

  - Oh Man Seok: Choi Young Hwan

  - Yesung: Go Yoo Seok


Gu Hye Young (Kim Hye Yoon) gadis pembuat onar berusia 19 tahun yang berulang kali berurusan dengan polisi karena kasus penyerangan. Ia tidak memiliki rasa takut dan selalu melawan siapa saja yang berbuat tak adil padanya. Hye Young tinggal dengan ayah dan adik laki-lakinya. Gu Bon Jin (Park Hyuk Kwon), ayah Hye Young mempunyai usaha berupa restoran Cina. Suatu malam, Gu Bon Jin pergi dari rumah dan kemudian ditemukan mengalami kecelakaan dengan menggunakan mobil curian dan berakhir koma. Karena sudah tidak memiliki ibu, sebagai anak sulung, Hye Young memegang peran sebagai kepala keluarga. Merasa apa yang dialami ayahnya tak wajar, Hye Young pun melakukan penyelidikan dan menemukan fakta yang membuatnya murka.


Seperti biasa, tahu film ini dari potongan video di Instagram--dan saya lupa lagi tidak mencatat nama akunnya. Dari judul udah menarik perhatian, The Girl on a Bulldozer. Apakah ceritanya bakalan kayak Special Delivery? Atau seperti My Name? Setelah nonton, ternyata ya nggak jauh beda tapi di film ini tuh kayak paling masuk akal dan relate banget ama kehidupan di dunia nyata. Proyek kedua dari Kim Hye Yoon yang saya tonton setelah Midnight. Kalau baca di AsianWiki, Mbak Hye Yoon juga terlibat dalam proyek The Bad Guys: Reign of Chaos dan saya udah nonton, tapi kenapa nggak notice mbaknya ya. Atau lupa?

Jurnal Kurayui

Warung Makan Lesehan Dapur Kak Veylien Tugu, Spesial Ayam Bakar & Ikan Bakar

17:23

 Dapur Kak Veylien Tugu, Spesial Ayam Bakar & Ikan Bakar



Akhirnya keturutan makan di Dapur Kak Veylien Tugu, Spesial Ayam Bakar & Ikan Bakar. Menu ayam dan ikan bakar selalu menarik untuk dicoba. Terlebih sejak doyan makan gurami. Hehehe. Ikan air tawar yang saya doyan hanya gurami, padahal dulu semasa kecil ikan apa aja masuk. Bahkan nyari di kali pun, ikan wader, tepel, doyan. Setelah gede, entah kenapa jadi nggak doyan. Hingga suatu hari diajak makan gurami bakar. Hanya ada menu itu dan lagi lapar banget, mau ga mau ya makan itu. Ternyata eh ternyata, enaaak. Kekeke. Kalau bosen ayam, bisa pilih gurami. Kalau ayam mah, nggak ada bosennya. Hehehe.

Waktu tahu warung Dapur Kak Veylien Tugu, Spesial Ayam Bakar & Ikan Bakar langsung ngasih tahu patner wisata kuliner, Linda, lalu nyusun rencana buat kulineran bareng seperti biasa. Tapiii selalu aja ada halangan. Entahlah kenapa selalu gitu. Hingga akhirnya Linda nyobain duluan, karena lokasi emang lebih deket ama tempat Linda. Linda bilang, "Enak, Mbak Je. Murah juga. Trus ada dawet tugu, juga enak."

Hmm, makin penasaran. Tapi belum ada waktu yang pas buat nyobain, hingga hari Kamis kemarin, diberi kesempatan buat makan di Dapur Kak Veylien Tugu, Spesial Ayam Bakar & Ikan Bakar. Alhamdulillah.

Our Creepy Story

Niat Healing Malah Mlungsing

08:59

 Niat Healing Malah Mlungsing



Judul dari tulisan ini adalah quote yang disukai Tunjung ketika saya merilisnya. Kurang ajar bener! Ada temen KO malah diketawain. Heuheuheu.

Mungkin kata mlungsing asing, bahkan mungkin baru kali ini shi-gUi temukan. Saya coba nanya Mbah Google juga nggak nemu. Tapi, kata ini sering kami gunakan di sini, di markas Sarang Clover. Saya kurang paham juga apa kata ini termasuk dalam bahasa Jawa atau hanya bahasa slang yang diciptakan oleh Tunjung. Karena seingat saya, Tunjung lah yang memopulerkan kata ini di markas Sarang Clover.

Mlungsing adalah kata yang menggambarkan kondisi di saat sakit, saat tidak bisa melakukan aktivitas apa pun karena sakit yang amat sangat, bahkan ketika dibuat rebahan aja, masih nggak bisa fokus istirahat karena badan sakit nggak karuan. Keluhan paling dominan biasanya migrain. Tapi di markas Sarang Clover, kata ini lebih menunjukkan kondisi sakit bukan murni karena sakit fisik, tapi lebih ke ada hubungannya dengan mistis atau magis. Saya nggak tahu apa di daerah lain ada penggunaan kata mlungsing. Kalau ada boleh dibagi di kolom komentar beserta artinya ya.

Sedikit Kaweruh Budaya Jawa

Tradisi Barikan Dalam Masyarakat Jawa

05:40

 Mengenal Tradisi Barikan Dalam Masyarakat Jawa


(Sumber foto: Prime)

Bulan Suro tahun ini jatuh di bulan Agustus, jadi acara barikan hampir bersamaan. Sebelumnya ada barikan Suro yang dilaksanakan serempak dipusatkan di Balai Desa. Lalu, pada tanggal 16 Agustus malam ada barikan Agustusan yang dilaksanakan di rayon masing-masing. Tradisi ini sudah ada sejak dulu, diwariskan secara turun-temurun dan alhamdulillah masih terjaga hingga sekarang.

Sebenarnya apa sih barikan itu?

Dalam tulisan kali ini, saya akan membahas tentang tradisi barikan yang juga ada di daerah saya. Mungkin tata caranya agak sedikit berbeda dengan daerah lain ya, tapi insyaallah tujuannya sama.

Review Tontonan

Review Film Horor Indonesia Ghost Writer (2019)

08:32

 Ghost Writer



Seorang penulis yang bekerja sama dengan hantu sungguhan untuk menciptakan sebuah novel


• Judul:  Ghost Writer
• Sutradara: Bene Dion Rajagukguk
• Produser: Ernest Prakasa, Chand Parwez Servia
• Penulis: Nonny Boenawan, Bene Dion Rajagukguk
• Penulis skenario: Nonny Boenawan, Bene Dion Rajagukguk
• Perusahaan produksi: Starvision Plus
• Tanggal rilis: 4 Juni 2019
• Durasi: 97 menit
• Bahasa: Indonesia
• Negara: Indonesia
• Pemeran:
  - Tatjana Saphira: Naya
  - Ge Pamungkas: Galih
  - Deva Mahenra: Vino
  - Ernest Prakasa: Alvin
  - Asmara Abigail: Bening
  - Endy Arfian: Darto
  - Slamet Rahardjo: Pak Harja
  - Dayu Wijanto: Bu Harja
  - Moh. Iqbal Sulaiman: Billy
  - Arief Didu: Pak Saidi

Naya (Tatjana Saphira) baru pindah ke rumah kontrakan baru bersama sang adik, Darto (Endy Arfian). Rumah yang akan mereka tempati terkesan seram dan benar saja, keduanya mulai menemukan hal-hal aneh, namun Naya meyakinkan jika semua baik-baik saja. Saat Naya memeriksa atap yang bocor, ia menemukan sebuah diary usang. Penasaran, Naya pun membaca diary tersebut yang isinya ternyata kisah yang sangat menyayat hati dari Galih (Ge Pamungkas). Naya membagikan apa yang ia alami pada kekasihnya, Vino (Deva Mahenra). Dalam pertemuan Naya dengan editornya, Vino yang turut hadir membagikan sepenggal kisah Galih pada sang editor yang kemudian tertarik untuk menjadikannya novel. Naya yang kering ide pun setuju, lalu meminta izin dan bantuan Galih dalam menulis novel. Galih akhirnya setuju. Kerja sama beda alam pun dimulai antara Galih dan Naya.


Dulu ketika film ini rilis di tahun 2019, tepatnya setelah nonton trailer-nya di Youtube, penasaran dan pengen nonton. Kayaknya seru, tentang Ghost Writer yang beneran ghost alias hantu. Bakalan kayak gimana ceritanya. Tapi sayangnya waktu itu kurang beruntung dan nggak bisa nonton. Baru kesampaian nonton di tahun 2022. Nggak papa lah ya! Alhamdulillah masih bisa nonton. Hehehe.

Jadi penasaran karena di tahun 2018-2019 pernah jadi ghost writer. Ghost writer aslinya kan kita jadi penulis buat orang lain, nanti tulisannya jadi milik orang lain yang pakek jasa kita. Kalau nonton cuplikannya, ya emang sih ghost writer, tapi napa yang jadi ghost writer hantu beneran? Terlebih kayaknya filmnya lucu alias komedi, jadi nggak bakalan serem-serem banget gitu dan berani deh nonton. Hehehe. Jujur ya, nonton film horor lokal tuh lebih membutuhkan nyali daripada horor impor.

Artikel

Ketemu Red Natal Grass Dan Lantana Di Dreamland Ngalam Mbois, Ngadireso

04:20

 Yuk, Kenalan Sama Red Natal Grass Dan Lantana


(Grass, photo by: Pixabay)

Untuk melepas penat, biasanya shi-gUi memilih melakukan apa? Berwisata? Tempat wisata yang bagaimana yang shi-gUi suka? Kalau saya suka wisata alam. Walau tinggal di desa, nggak pernah bosan untuk main-main ke wisata alam macam wana wisata gitu. Liat pemandangan hijau dan menghirup segarnya udara pegunungan, benar-benar bikin tenang. Bikin suasana hati jadi lebih baik, ngademin mata dan pikiran juga.

Banyak tempat wisata bernuansa alam yang baru dibuka di sekitar tempat tinggal saya. Seperti ketika naik-naik menikmati indahnya bunga Bulan mekar di sepanjang jalur menuju Bromo lewat Desa Gubugklakah, banyak kafe bernuansa alam yang baru dibuka. Mungkin udah lama, tapi karena baru naik-naik Senin lalu pas tanggal merah, jadi baru tahu kalau banyak kafe alam di sepanjang jalur menuju Bromo.

Salah satu wisata alam yang baru juga saya ketahui dan berada lumayan dekat dari tempat tinggal saya adalah Dreamland Ngalam Mbois, Ngadireso. Desa Ngadireso nggak asing buat penghuni Sarang Clover karena dari dulu sering jadi tempat tujuan kalau kami bersepeda bersama dan hiking. Karena selain jalurnya aman, banyak keindahan alam yang ditawarkan. Bisa renang di Tirta Umbulan dan kalau hiking, bisa naik ke bukit Pusung Keris. Tapi emang sih sejak kami dah pada sibuk ama kerjaan dah pada nikah juga, jadi amat jarang sekali pakek banget main-main ke Ngadireso.

Setelah naik-naik ke Gubugklakah, ama Linda sepakat nyari Dreamland Ngalam Mbois, Ngadireso dan alhamdulillah ketemu. Seneng banget karena selain hamparan pemandangan hijau ada perdu-perdu cantik yang bisa dinikmati dan diabadikan keindahannya. Dua makhluk cantik yang menarik perhatian saya adalah Lantana dan rerumputan berwarna merah yang sedang tumbuh subur di area DreamLand tepatnya di sisi timur.

GERD-Anxiety-Adenomiosis

Kacang Dan Biji-Bijian, Camilan Aman Untuk Penderita Gangguan Asam Lambung

04:34

 Manfaat Kacang-kacangan dan Biji-bijian Untuk Kesehatan



Beberapa waktu lalu, tepatnya pas bulan Ramadan, saya mendapat bingkisan dari salah satu saudara yang isinya lumayan mengejutkan yaitu berupa satu bungkus nuts and seeds yang dulu saya penasaran banget karena pernah dibahas sebagai camilan aman dan sehat untuk pejuang GERD. Seingat saya, dulu di grup GERD Anxiety Indonesia (GAI) para senior pernah sharing tentang camilan aman selain buah-buahan yang manis dan berair. Disebutkan--seingat saya Lee Noona--beberapa senior sering ngemil kacang-kacangan dan diklaim aman untuk lambung. Tapi, jenis kacangnya tuh di tempat saya susah nyarinya bahkan nggak ada, salah satunya kacang almond.

Waktu berjuang melawan GERD pernah beberapa kali ngemil kacang tanah rebus, alhamdulillah aman di perut. Padahal ada member yang sharing malah bikin nggak nyaman perut. Alhamdulillah di perut saya aman. Pernah nyobain yang digoreng kering kayak digoreng pasir itu juga aman. Emang sih reaksi masing-masing orang beda, makanya jalan buat tahu aman atau nggak ya kudu berani nyobain. Seperti yang sering saya bilang, kalau mau nyobain nggak boleh ragu atau takut. Karena kalau udah keduluan ragu dan takut, makanan aman bisa jadi nggak aman karena terpengaruh ama pikiran kita yang ragu dan takut. Sebegitu dahsyatnya kekuatan pikiran. Baiknya biasakan mikir yang baik-baik aja biar baliknya juga baik. Yuk, pasti bisa!

Isi dari nuts and seeds yang saya dapat ada beberapa jenis kacang-kacangan dan biji-bijian yang diolah dengan cara dipanggang. Setelah tanya, ternyata ini di Shopee ada. Saudara saya beli di Shopee. Ya ampun! Padahal saya juga ada Shopee, tapi malah ndak kepikiran buat nyari camilan ini di sana. Heuheuheu. Link-nya bisa dicek di sini.

Seneng banget akhirnya bisa nyobain kacang dan biji-bijian panggang seperti yang pernah dibahas para senior di grup GERD Anxiety Indonesia (GAI). Isinya ada tiga jenis kacang dan dua jenis biji-bijian yaitu kacang tanah, kacang mete, kacang almond (utuh dan slice), biji bunga matahari dan biji pumpkin (labu kuning). Sayangnya saya lupa nggak ambil foto, jadi tampilan produk bisa langsung dilihat di link Shopee. Sama kok. Saudara saya juga beli di toko tersebut.

Total Pageviews